5th
DES

Polisi Selidiki Robohnya Bangunan Stadion Barombong Makassar

Posted by admin under News

Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyelidiki robohnya salah satu segmen tribun Stadion Barombong Makassar, saat proses pengerjaan. Penyelidikan guna mencari tahu adanya kemungkinan konstruksi stadion menyalahi standar berdasarkan lelang proyek.

Selasa, 5 Desember 2017, siang, tim Polda dipimpin Direktur Kriminal Umum Kombes Yudhiawan mengunjungi lokasi proyek pembangunan stadion di kawasan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar. Melibatkan tim ahli, mereka mengecek langsung bangunan dan sampel konstruksi.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, dari kunjungan lapangan, pihaknya bisa mengkaji kondisi proyek yang menggunakan anggaran daerah dan anggaran negara. Jika ditemukan kesalahan atau kondisi di bawah standar, polisi bisa menjalankan proses hukum lebih lanjut.

"Tim ahli akan melihat dan mengkaji seperti apa konstruksi bangunan. Kalau sudah sesuai yang ditetapkan saat lelang, tidak ada masalah," kata Dicky di Makassar, Selasa, 5 Desember.

Dicky mengatakan hasil kajian tim ahli juga bisa jadi bahan dalam mengawasi pelaksanaan proyek. Misalnya, jika ditemukan kelalaian dan kesalahan konstruksi, penyidik bisa mengarahkannya dalam dugaan tindak pidana korupsi anggaran. Namun, dia enggan berspekulasi dini.

"Kita lihat bagaimana hasil kajian. Apalagi proyek ini juga belum diserahkan ke Pemprov karena masih dikerjakan kontraktor," ujar Dicky.

Stadion Barombong dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sejak 2011. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Muhlis Mallajareng menyebut pembangunan stadion telah menelan anggaran senilai Rp160 miliar dari total kebutuhan Rp202 miliar. Proyek ditargetkan selesai tahun depan dengan sumber dana dari APBD Sulsel dan APBN.

Diketahui dua segmen bangunan tribun lantai tiga bagian selatan stadion roboh saat proses pengecoran pembuatan tempat duduk, Sabtu pekan lalu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun untuk sementara waktu pekerjaan dihentikan. 

Koordinator pengawas proyek PT Kanta Karya Abadi Suwarto menduga terjadi kesalahan teknis dalam pemasangan skofolding atau penyangga material. Pemasangannya kemungkinan tidak sempurna karena sambungan antarpenyangga tidak rapat. Hal itu menyebabkan defleksi atau penyimpangan bentuk.

Lebih lanjut, Suwarto menjelaskan pergeseran penyanggah tersebut bisa jadi diakibatkan cuaca ekstrem. Saat pengecoran, bangunan diguyur hujan terus menerus. Diduga, dudukan bawah penyangga meleset karena media basah akibat guyuran hujan.

"Guyuran hujan mempengaruhi kualitas bahan cetakan," ujarnya.
lanjutkan
METROTVnews.com


Leave a Reply


 LeoGa Theme