7th
DES

Menyoal Wacana Indonesia Maju Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Posted by admin under News

Jakarta: Mimpi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia memang bukan sekadar angan. Namun, kapan kira-kira mimpi itu bisa terwujud?

September lalu atau tepatnya saat digelarnya acara AFF 12th Council Meeting di Bali, PSSI coba memberanikan diri untuk mewujudkan mimpi jadi tuan rumah perhelatan sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut. Menggandeng Thailand sebagai partner, Indonesia berencana untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2034.

Lantas, apa-apa sajakah hal yang harus dipersiapkan kedua negara tersebut, terutama Indonesia jika ingin terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 dan dapat menggelar turnamen prestisius tersebut dengan sukses dan lancar?

"Indonesia harus setia dengan Road Map yang dibuat. Kalau memang 2034 dijadikan titik awal kembangkitan sepak bola dengan jadi tuan rumah Piala Dunia, maka, dalam 20 atau 15 tahun sebelumnya, persiapannya harus disusun secara rapih dan konsisten," ujar jurnalis senior Abdul Kohar dalam siaran Live Streaming "Preview Piala Dunia 2018" yang tayang di akun Youtube dan Facebook Metro TV dan medcom.id, Kamis 7 Desember petang tadi.
 

Baca: Pintu Timnas Prancis Tertutup untuk Benzema

Persiapan panjang itu dibutuhkan demi memperbaiki berbagai hal yang dirasa kurang. Mulai dari infrastruktur seperti lapangan-lapangan bertaraf Internasional hingga tempat-tempat latihan yang memadai.

Satu hal lain yang tidak kalah penting, lanjut Kohar, adalah keseriusan Indonesia dalam membenahi kompetisi. Mulai dari komitmen membangun kompetisi yang jujur, bersih dan kompetitif, hingga regenerasi pemain yang berjalan secara kontinyu. Dengan demikian, Indonesia niscaya bakal memiliki tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


(Jurnalis senior Abdul Kohar (kiri) saat berbincang dengan host untuk mengulas peta persaingan di Piala Dunia 2018, Rusia) 

"Seluruh elemen-elemen yang selama ini menjadi parasit bagi sepak bola harus dibersihkan. Itu yang paling utama. Sebab, selama masalah itu belum beres dan regenerasi pemain tidak diurus secara serius, kita tidak akan bisa berbicara banyak. Kalaupun nantinya jadi tuan rumah Piala Dunia, kita mungkin hanya akan jadi lumbung gol," tandasnya.

Sejauh ini, Indonesia dalam hal ini PSSI memang tengah serius memikirkan cara untuk meningkatkan kualitas kompetisi dan juga timnas. Salah satu terobosan yang baru diluncurkan PSSI adalah dengan memperkenalkan buku "Filosofi Sepak Bola Indonesia" yang mengulas tentang filosofi bermain Timnas Indonesia ke depannya.
 

Baca juga: Madrid tak Pantas Difavoritkan Juara Liga Champions

Direktur teknik PSSI Danurwindo selaku penggagas lahirnya buku tersebut menjelaskan, tujuan diterbitkannya buku tersebut adalah agar para pemain timnas di berbagai tingkat usia memiliki mindset yang sama saat bermain.

"Jadi, nantinya pemain U-16 atau U-19 yang diorbitkan ke Timnas U-23 atau senior tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi, karena pada dasarnya mereka sudah dibekali pemahaman tentang cara bermain yang sama," jelas Danurwindo beberapa waktu lalu.

Selain menerbitkan buku tentang filosofi bermain timnas Indonesia, PSSI juga tengah serius mencari bibit-bibit muda yang nantinya akan digembleng untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan.

Tak tanggung-tanggung, PSSI meminta pelatih kawakan, Indra Sjafri yang sudah terbukti sukses mengorbitkan sejumlah pemain muda di Timnas U-19, untuk turun langsung memoles "mutiara-mutiara" yang dimiliki Indonesia. Bagaimana hasilnya? Kita tunggu saja.

Video: Rio Haryanto Alami Kecelakaan saat Jajal Mobil Super Formula di Jepang
 
lanjutkan
METROTVnews.com


Leave a Reply


 LeoGa Theme