1st
MEI

Larangan BBM Bersubsidi plat merah hanya isapan jempol ?

Posted by admin under Politik

Ibaratnya keputusan pemerintah ini seperti  makan kulitnya sendiri? Apakah  bisa atau hanya mengulur-ulur waktu ? sepertinya tidak .  Pengendalian penggunaan Bahan Bakar minyak bersubsidi bagi kendaraan milik pemerintah sudah final, tinggal menunggu keputusan presiden?


“kalau saat ini pihaknya sedang menunggu keputusan dari Presiden soal
pelaksanaannya” ungkap Jero Wacik selaku Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) seperti diwartakan oleh beritamigas.com,  Apakah keputusan ini hanyalah isapan jempol belaka atau tidak?,
Menurut beliau pihaknya pun  siap menjalankan dua aturan lainnya soal
pengendalian BBM bersubsidi antara lain, melakukan penghematan listrik di
seluruh kantor dan perumahan, dengan  instansi pemerintah sebagai pelopornya,
sosialisasi konversi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG) yang masih dalam proses

“Keputusan ini akan segera dilaksanakan setelah Presiden mengumumkannya ke
publik,” ujar Wacik di Jakarta. “Yang terpenting aturan yang telah disiapkan
ini akan dijalankan terlebih dahulu dan dimulai pertama kali di instansi
pemerintahan,” katanya. Menurutnya, keputusan ini diambil dalam rangka
menunjukkan kepada masyarakat,

Jika pemerintah siap berpartisipasi dalam rangka penghematan penggunaan BBM
terutama BBM bersubsidi yang sesungguhnya diprioritaskan bagi masyarakat yang
menengah kecil bukan untuk menengah keatas.

Langkah ini diambil sesuai yang diungkapkan oleh dikatakan Direktur Lembaga
Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi SH MHum, Akhir April lalu
yang isisnya Guna memastikan program itu berjalan, maka pemerintah perlu memulai
larangan  bagi mobil plat merah menggunakan bahan bakar bersubsidi.
Namun, perlu adanya sosialisasi mendalam sekaligus penerapan sanksi bagi
yang melanggarnya,” akan tetapi langkah yang dilakukan pemerintah sebenarnya menuai
banyak prokontra mengapa BBM subsidi untuk plat merah dilarang? mengingat sebenarnya
pelarangan ini memiliki resiko kecil untuk tingkatan inflasinya dibanding menaikan
harga BBM seperti yang diwartakan kompas.com Februari yang lalu.
Menurut Menurut Aviliani, kenaikan harga BBM senilai
Rp 2.000 per liter dari harga sekarang akan menghemat anggaran subsidi sebesar
Rp 26 triliun. Namun untuk risiko inflasinya tinggi. Menurut  Aviliani
“Kalau untuk kenaikan harga BBM, berat. Kenaikan harga akan mendorong inflasi
dan berimbas pada melesunya permintaan masyarakat.
Paling signifikan adalah mobil pribadi tidak boleh mengonsumsi BBM bersubsidi.
Inflasinya tidak akan sebesar kenaikan harga BBM, dan dana penghematannya lebih besar,”
dari informasi diatas mengapa langkah pemerintah dala melarang BBM bersubsidi dijalankan?
adalah sebagai konsekuensi ketidakberhasilan langkah keputusan pemerintah dalam menaikan
harga BBM. Disisi lain Kuota BBM bersubsidi mengalami defisit, sehingga akan berdampak
kelangkaan jumlah BBM bersubsidi yang nantinya berimbas pada kenaikan BBM di masyarakat
Bagaimana dengan pendapat anda?, Koran.tk melaporkan.

Sumber: beritamigas.com
Kompas.com
kontributor:leoGa


Leave a Reply


 LeoGa Theme